Kritisi Kebijakan Nasional, Program MBG hingga Revisi UU Polri, BEM Solo Raya Turun ke Jalan

Foto : Dokumentasi

SOLO, SUARASOLO.id — Gerakan mahasiswa di kawasan Solo Raya dinilai semakin aktif dan responsif dalam mengawal berbagai isu serta kebijakan pemerintah nasional. Langkah kritis tersebut diwujudkan mulai dari kajian akademis, ruang dialog, hingga aksi turun ke jalan secara terstruktur.

Ketua Dema UIN Surakarta, Muhammad Al Maliki, menyatakan bahwa konsistensi BEM Solo Raya dalam merespons dinamika politik nasional membuktikan bahwa mahasiswa tidak bersikap apatis.

Sejumlah isu strategis yang kini menjadi fokus perhatian mahasiswa antara lain tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengawasan Revisi UU Polri, hingga dorongan pengesahan UU Perampasan Aset.

“Berbicara mengenai perkembangan gerakan BEM Solo Raya per hari ini cukup bagus, baik secara sikap maupun pemikiran. Kami melihat sikap BEM Solo Raya ketika menghadapi isu atau perubahan cukup tanggap,” ujar Maliki saat ditemui di Solo.

Menepis anggapan bahwa aksi demonstrasi rentan disusupi kepentingan politik praktis, Maliki menegaskan seluruh gerakan yang dibangun BEM Solo Raya murni bersumber dari aspirasi internal mahasiswa lintas kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Proses penyampaian aspirasi dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan konstitusional. Mahasiswa memilah serta menguji kebenaran informasi beredar melalui kajian mendalam agar tidak mudah terprovokasi rumor.

Pembentukan struktur aksi yang jelas, mulai dari koordinator lapangan (korlap), tim media, hingga bagian logistik guna meminimalisir potensi kericuhan. Selain itu membuka ruang dialog dan diskusi terlebih dahulu dengan pihak regulator atau pejabat terkait. Langkah lanjut yang diambil secara santun dan terukur apabila jalur diplomasi dan audiensi tidak mendapat respon memadai.

Melalui skema gerakan yang terstruktur dan santun, BEM Solo Raya berkomitmen menjaga integritas serta kepercayaan publik dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Maliki mengingatkan mahasiswa agar tidak serta-merta mengikuti isu yang berkembang tanpa melakukan pemeriksaan dan kajian terlebih dahulu.

Menurutnya, banyak informasi beredar di berbagai platform sehingga mahasiswa harus mampu memilah informasi sebelum menentukan sikap.

“Identifikasi isu, tentu kita harus mengidentifikasi apakah isu yang berkembang hari ini di berbagai platform media sudah cukup banyak itu diidentifikasi dengan kajian-kajian mendalam,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan mahasiswa agar menyampaikan kritik secara santun. Menurut Maliki, BEM sebagai organisasi mahasiswa yang merepresentasikan kelompok terdidik harus mampu menjaga etika ketika menyampaikan aspirasi.

“Ketika kita menyampaikan dengan sopan dan santun, hal ini membuat warga atau pihak lain tetap percaya kepada BEM,” katanya.

Selain itu, mahasiswa diminta menyampaikan aspirasi kepada pihak yang tepat agar tuntutan dapat diterima dan ditindaklanjuti oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Ke depan, Maliki berharap organisasi mahasiswa di Solo Raya semakin solid dan mampu menjaga komunikasi antarkelompok.

Hal itu disadarinya, karena organisasi mahasiswa dengan jumlah massa yang besar memiliki potensi menghadapi berbagai kepentingan dari luar. Karena itu, komunikasi dan konsolidasi internal dinilai penting.

“Harapan saya tentu ke depan kawan-kawan dari BEM Solo Raya tetap solid dan bersinergi,” paparnya mengakhiri pernyataan saat ditemui Jumat (21/8).

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *